LET’S CATCH THE SUPER YUMMY AND COLORFUL POKÉ BOWL AT HONU

March 19, 2017

LETS-CATCH-THE-POKÉ-BOWL-AT-HONU

 

It’s not a Pokemon bowl, but it’s Poké bowl, the Japanese-Western food trend that took by storm in 2016. Pronunced as POH-kay, makanan yang berasal dari Hawai ini secara nggak langsung menggeser posisi salad sebagai fast-casual healthy food, dimana akhirnya membuat para non-healthy food consumer tertarik untuk mengonsumsi sayuran dan makanan sehat.

 

 

LETS-CATCH-THE-POKÉ-BOWL-AT-HONU

 

Dalam bahasa Hawaii, Poké (/po??ke?/) artinya potongan dan poké bowl bukan termasuk makanan yang baru di Hawaii. Originally, Poké Bowl terdiri daging tuna atau salmon mentah yang dipotong dalam bentuk kubus kecil, yang dibumbui dengan kecap, disertai dengan nasi, rumput laut, ketimun, alpukat, atau tobiko yang disajiin dengan mangkuk. Dan di kultur masyarakat Hawai sendiri, poké bukan makanan yang termasuk gourmet, atau dengan kata lain makanan yang penyajiannya artistik. So, it’s just like a quick and something super simple food. But today, poké bowl has been created everywhere in many versions. Thankfully, Honu salah satu resto baru di kawasan Kemang Selatan Raya, akhirnya membawa keontetikan rasa poké bowl ke dalam culture masyarakat urban di Jakarta. 

 

LETS-CATCH-THE-POKÉ-BOWL-AT-HONU

 

There is such a chilled vibe yang bakal langsung kita rasain ketika masuk ke sini. Perpaduan green tone color dengan dekorasi interior minimalist-aeshthetic, makes Honu more than just an ordinary restaurant but also relaxing alternative hangout place. Kak Sasha, salah satu dari tiga Co-founder Honu cerita kalo ambience yang ia dan teman-temannya create ini terinspirasi dari filosofi Honu itu sendiri, di mana Honu merupakan sebutan untuk kura-kura laut hijau yang menjadi simbol keberuntungan dan umur panjang dalam budaya masyarakat Hawai.

And now let’s talk about their menu. Focused on the goodness of poké, Honu menyajikan poké bowl dalam dua basis pilihan yaitu sushi rice dan brown rice. Menu poké Bowl-nya sendiri terdiri dari 5 jenis dengan ditambah 2 menu pilihan lain yang not so poké.

 

LETS-CATCH-THE-POKÉ-BOWL-AT-HONU

 Honu-Lulu

 

Honu-Lulu (Rp75 ribu, small; Rp100 ribu reg.) merupakan salah satu poké menu yang paling simple dan nggak terlalu banyak garnish-nya, yakni hanya terdiri dari ahi tuna with soyu, nori, and cucumber. Lain dengan The Skinny (Rp50 ribu, small; Rp 75 ribu reg.) yang menyerupai salad karena terdiri dari tuna with shoyu, salad, edamame, cucumber, seaweed, pickled ginger, yang bahkan bisa kita pesen tanpa nasi sekalipun, truly made for those health concious people. While Yugo (Rp50 ribu, small; Rp75 ribu reg.) yang terdiri dari salmon with shoyu, edamame, wakame, tobiko, and Japanese purple pickle bisa jadi option buat kita yang seleranya lebih ke Japanese taste. Meski kalo diliat ingridients Yugo lumayan mirip sama chirashi, tapi bedanya karena ini poké, ikan salmon-nya di-dice and marinated.

 

LETS-CATCH-THE-POKÉ-BOWL-AT-HONU

 Two & Two

 

Nah, buat kita yang basically nggak terlalu doyan raw fish, kita bisa order Tofu Bowl (Rp40 ribu, small; Rp60 ribu reg.) yang dilengkapin sama edamame, spring onion, dan ginger. Dan nggak ketinggalan, Two & Two (Rp50 ribu, small; Rp75 ribu reg.) perpaduan fresh and creamy taste yang dilengkapi dengan salmon, tuna, wakame, lettuce, carrots, and tempura crunch, definitely our favorite one and must order!

 

LETS-CATCH-THE-POKÉ-BOWL-AT-HONU

 

And not to forget, their matcha is really really geewd! Think about bamboo whisked ceremonial grade matcha called Opening Ceremony (Rp40 ribu), it’s totally different with the ordinary ocha that we know before. Rasanya lebih alami, light, fresh, dan bener-bener nikmat banget dihirup selagi hangat. Dan matcha drinks lain yang juga recommended adalah matcha latte, di mana kita bisa pilih either hot or ice, and the unique thing about their matcha latte is not milky alias no milk at all.  

 Cheers and let’s having a good time here!

 

Location:
Jl. Kemang Sel. No.125
Bangka, South Jakarta
Instagram: @honueats

 

 

Written by Margaretha Rahardja
Photo Source:
Arief Haryono
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar