CAN'T TAKE MY EYES FROM THE AMAZING TURKEY!

July 16, 2017

 AMAZING-TURKEY!

 

Mba Nina Moran (CEO Group Aprilis Media) pernah berkunjung langsung ke kota historical Istanbul. Turki.  Penasaran? Yuk baca langsung report mba Nina selama di sana!

 

 

Aku berkesempatan buat ikut tur ke Turki. Teorinya sih bulan Maret seharusnya udah masuk musim semi, tapi mungkin karena global warming yang semakin parah, sampe di sana aku disambut udara supeeer dingin dengan temperatur mendekati 0oC!

 

THE ARRIVAL

 

AMAZING-TURKEY!

Marmara Sea, source pict: shutterstock.com

 

Setelah 14 jam perjalanan di pesawat, kita sampe di Istanbul sekitar jam lima pagi, jadi pastinya masih grogi waktu harus grasak-grusuk di airport. Biar gitu, aku cari loket visa on arrival dan segera membayar US$ 25. Nggak pake lama, stiker visa kecil udah nempel di pasporku.

40 menit kemudian pemandangan jalan tol dari airport udah berganti jadi pemandangan laut Marmara. Terus terang pemandangannya biasa aja hehe, tapi jauh lebih terasa “udah di luar negeri” daripada pemandangan jalan tol biasa.

Sampe di area Sultanahmet semua jadi berubah! Rasanya baru masuk ke mesin waktu. Jalanannya mengecil, tersusun dari batu-batu, dan seakan-akan kita sedang berada di luar tembok yang mengelilingi “sesuatu” on the other side. Temboknya besar, tinggi, dan kayak nggak ada abisnya. Aku jadi inget waktu jalan-jalan ke Roma. Roma juga dikelilingi tembok tinggi, tapi kota Roma terasa ada di dalam tembok sedang di sini kita seperti ada di luar. Lagipula tembok-tembok di Roma cuma bisa diliat sebagian, karena mayoritas udah tinggal puing-puing, sementara di sini, temboknya masih berdiri kokoh dan mengelilingi istana sultan.

 

CHOOSING HOTEL

Milih hotel di Turki lumayan penting jadi perhatian, terutama buat kita para cewek. Aku sering denger cerita-cerita serem kayak kemalingan di dalem hotel sendiri, staf yang nggak bisa bahasa Inggris, sarapan yang aneh bin ajaib, atau yang paling umum betapa judes dan nggak ramahnya orang-orang Turki termasuk orang-orang yang bekerja di dunia hospitality. Ironis emang. Aku saranin sih pilih hotel yang punya reputasi bagus di forum tripadvisor. Jangan nurut sama travel agent di Indonesia, karena travel agent cenderung nyodorin hotel yang ada kontrak kerjasamanya dengan mereka. Kalo travel agent-nya ngotot mendingan book sendiri pake agoda, booking.com, venere.com, atau hotels.com. Semua situs ini terpercaya, cuma biasanya mereka pasang harga yang berbeda. Jadi pinter-pinternya aja kita nyari yang ngasih penawaran paling murah. By the way, aku milih untuk nginep di Hotel Levni, Istanbul. Walau lobinya kecil dan nggak meyakinkan tapi kamarnya, baru, modern, bersih, dan staf-stafnya sangat menyenangkan. Breakfast di Levni bisa dibilang paling normal selama perjalanan aku di Turki. Lokasi hotel juga asyik, persis di pusat keramaian Sultanahmet, jadi bisa jalan kaki ke Hagia Sophia dan Blue Mosque. Tips aja, kalo mau nginep di hotel ini, coba book kamar di lantai empat atau lima karena pemandangan dari kamar di lantai ini cantiiik banget!

 

TOUR ISTANBUL

 

Karena waktu yang sangat pendek, aku cuma sempet liat Blue Mosque, Hagia Sophia, Sultanahmet Palace, Bosphorus Cruise, dan shopping di Grand Bazaar. It seems like a lot, tapi sebenernya masih banyak banget yang bisa kita explore di Istanbul. Turki adalah negara yang kaya dengan sejarah yang masih diinget sama dunia bahkan dijadiin film Hollywood. Kalo dengerin cerita tour guide kita di Hagia Sophia, dulunya Hagia Sophia adalah gereja terus berubah jadi masjid dan terus berganti-ganti fungsinya tergantung siapa yang lagi menduduki Istanbul di zaman perang dulu. Walau sekarang udah berubah jadi museum, Hagia Sophia tetep menyimpan cerita yang fascinating karena di dinding-dindingnya masih ada fresco Kristiani dengan gambar-gambar Kristus tapi juga ada kaligrafi dan hiasan-hiasan yang sarat dengan nuansa Islami yang kental. Menurut aku semuanya sama indah, megah, dan agung.

 

AMAZING-TURKEY!

left-right, Blue Mosque (http://turkeydesk.com), Hagia Sophia (commons.wikimedia.org/)

 

AMAZING-TURKEY!

left-right, Bosphorus Cruise (http://lense.mycharminggirl.com/), Grand Bazaar (http://ishrsfueworkshopistanbul2016.com)

 

EFESUS-HIERAPOLIS-PAMUKKALE

 

AMAZING-TURKEY!

Efesus, source pict: www.azamaraclubcruises.com

 

Walau cuma sehari semalam di Istanbul kita udah harus ngelanjutin perjalanan ke Efesus. Kita motong jalan dari Istanbul ke Efesus naik pesawat. Padahal lazimnya tur di Turki itu semuanya dijalanin lewat darat. Tapi karena jaraknya jauh-jauh banget dan nggak bisa cuti lama-lama jadi aku terpaksa ngelewatin kota Troya yang pernah dibikin film ‘Troy’. Dari Istanbul kita naik pesawat ke Izmir  dan mulai roadtrip ke Efesus. Karena aku Kristiani, rasanya aneh mau ke Efesus. Aneh karena Efesus sering disebut di Kitab Suci. Walau udah pernah traveling ke kota-kota yang disebut di Bible, tapi kebanyakan udah hancur lebur, tinggal puing, sementara Efesus masih dibilang terpelihara. Sampe di sana kita disambut jalan berbatu yang besar dengan pohon-pohon besar di sebelah kiri dan kanan jalan. Cantik, kayak jalanan mau masuk istana. Nggak jauh kita bisa liat sisa-sisa Arena mirip colosseum yang mereka pake buat rapat DPR. Para petinggi senat biasanya rapat dan ditonton sama rakyat terutama kalo rapatnya bertujuan untuk memutuskan sesuatu yang penting. Jalan sedikit lagi kita nemu sisa-sisa perpustakaan dan area yang dulu dipake buat pasar. Cantik dan lumayan preserved.

 

AMAZING-TURKEY!

Hierapolis, source pict: www.gaytravelherald.com

 

Dari situ kita melanjutkan sekitar delapan jam perjalanan ke Pamukkale. Karena sampenya udah malem, jadi kita langsung dinnerdi hotel Ayapam tempat kita nginep. Sekali lagi aku ngotot banget minta hotel ini sama travel agent, karena baca review yang bagus di tripadvisor. Hotelnya kecil tapi katanya makanannya paling enak se-Pamukkale hehe. Besok paginya jam lima-an kita udah bangun buat sarapan. Selesai sarapan kita naik bis ke Hierapolis, salah satu kota kuno peninggalan Romawi kayak Efesus juga, tapi Hierapolis jauh lebih besar. But, just like kebanyakan kota-kota kuno, kita nggak bisa liat apa-apa kecuali puing-puing. No matter, kita ke Hierapolis karena mau ke Cotton Castle yang ada di ujung kota. Indahnya Cotton Castle itu nggak ada dua. Sekilas kayak salju padahal bukan lho! Cotton Castle sebenarnya terasering dari mineral. Dulunya terkenal banget sebagai pusat kesehatan, spa, dan tempat pemandian air panas orang-orang kaya zaman Romawi. Gosipnya Cleopatra juga suka menikmati pemandian air panas di sini. Sekarang kita udah nggak boleh turun ke teraseringnya, soalnya kalo kena kotor Cotton Castle-nya jadi berubah warna, jadi kuning, kemudian menghitam dan kalo udah menghitam dia akan hilang dengan sendirinya. Makanya akhirnya kita cuma foto-foto dari atas aja dan nyobain nyelupin tangan ke air hangat di terasering paling atas.

 

AMAZING-TURKEY!

Pamukkale, source pict: www.lazerhorse.org

 

CAPPADOCIA

 

AMAZING-TURKEY!

source pict: www.izkiz.net

 

Ini dia highlight dari seluruh trip aku ke Turk. FYI, Cappadocia ini pernah masuk di artikel jalan-jalan “10 places you must visit in Asia” dan emang keren banget!

Perjalanan dari Pamukkale ke Cappadocia makan waktu 12 jam. Pemandangan selama di jalan bikin rombongan tur aku bolak-balik minta supir busnya berhenti buat foto-foto. Biasa kan orang Indonesia, narsisnya nggak ketolong hehe. Well, siapa yang bisa nyalahin kalo di sebelah kanan kita bisa liat gunung bersalju sementara di kiri jalan kayak desert tapi langitnya biru tua! Di tengah perjalanan kita mampir ke Caravanserai, tempat singgah juga buat orang-orang zaman dulu yang lagi dalam perjalanan ke suatu tempat. Sepertinya dulu banyak maling apa gimana ya, jadi orang-orang milih ke Caravanserai buat istirahat walaupun harus bayar. Tempat ini emang kayak benteng kecil dan di atasnya banyak penjaga. Hebatnya setiap pagi para penjaga akan ngumpulin orang dan nanya ada barang yang hilang atau nggak. Kalo ada, kehilangannya diganti lho!

Nggak lama kita ngelanjutin perjalanan lagi dan tiba-tiba pemandangannya jadi spektakuler banget! Rasanya kayak nonton film Star Wars. Eh nggak taunya bener lho, karena kontur alam yang sangat ‘alien’ dan nggak ada duanya di planet ini, makanya Cappadocia dijadiin tempat syuting Star Wars. Di sini kita nginep di Cappadocia Cave Suites. I seriously recommend this hotel! Terutama kalo pergi pas bulan dingin. Waktu sampe suhu di sini -4o tapi kamar aku cuma pake kaos tipis dan celana pendek. Lucunya rombongan kita kamarnya berbeda-beda, baik dari size atau design-nya. Tiap kamar unik dan kebanyakan punya pemandangan Cappadocia yang super cantik.

The next day bisa dibilang hari terakhir aku di Turki. So, walau mahal banget, aku bela-belain naik balon udara yang katanya highlight-nya Cappadocia. Pagi itu suhunya -6o dan pastiinya di ketinggian 2000 kaki nanti bakal lebih dingin! Aku prepared tiga lapis long john, winter coat, plus poncho tebel yang aku beli di perjalanan. Ternyata the trip really worth the money. Aku agak takut ketinggian sih, tapi aku berusaha buat menikmati pemandangan dan mikir ini pengalaman once in a lifetime! Then I began to enjoy it, and mulaiii.. apalagi kalo bukan foto-foto! Balloon ride-nya cuma makan waktu sejam, dari situ kita jalan-jalan ke Kaymakli underground city. Sebenernya the rest of the day tour aku masih ke Goreme open air museum dan banyak tempat-tempat lain, tapi abis dari Kaymakli tiba-tiba aku nggak enak badan dan milih istirahat di hotel. Rombongan jemput aku lagi pas makan malem dan sepertinya ini makan malem paling enak dari seluruh perjalanan! That night semua orang di tur pamer foto ke aku, bikin iriiii banget karena ternyata pas mereka di Goreme, pas banget turun salju! Namanya juga manusia tropis, harap maklum kalo hepi banget bisa ngalamin salju! Anyway, walau aku nggak ikut, aku cukup seneng dengan perjalanan aku kali ini. Cappadocia tetep yang paling berkesan dan bikin pengen balik ke sana.

Yang jelas, the next day pas kita ke airport, kita udah nggak sabar pengen pamer foto-foto kita di Turki sama orang-orang di rumah!

 

PENTING!

  • Hati-hati milih hotel, cek travel forum dulu sebelum booking. Dan siapin minimal 10 hari kalo mau liat Turki biar nggak buru-buru dan bisa menikmati tiap kota dengan santai.
  • Banyak copet, terutama di daerah Taksim di Istanbul. Jangan pernah pergi sendiri, karena bisa diincar dan digiring ke tempat sepi. Minimal berdua atau bertiga, dan selalu taro tas atau dompet di depan.
  • Yes, sebagian orang-orang Turki sayangnya nggak ramah dan nggak sopan. Mereka suka nyelak antrian dan bikin kita yang turis-turis mangap saking syoknya.
  • Belanja lebih murah di daerah daripada di Istanbul Grand Bazaar harganya bisa jauh lebih mahal dibanding toko-toko di Izmir, Pamukkale, Konya, dan Cappadocia.
  • Kalo nggak suka sarapan seledri, buah olive, dan minyak sayur, mending bawa makanan instan yang banyak.

Do try: Apple tea, helva, lokum, dan pastinya kebap (di sana nulisnya pake p bukan b kayak di sini), sooo yummy! Sepertinya makanan yang serba beef emang enak banget di Turki.

  • Bawa extra battery dan extra memory buat kamera. Dijamin nyesel kalo memory-nya penuh dan nggak bisa foto-foto lagi.
  • Website turkeytravelplanner.com dan www.goreme.com aku jadiin sumber informasi utama buat milih aktifitas dan tempat yang mau dikunjungi di Turki. It’s worth the check.

 

Written by Nina Moran, rewritten by Kezia Maharani Sutikno
Photo Source:
Berbagai sumber
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar