FAKTA-FAKTA PENTING TENTANG VENEER GIGI YANG PERLU KITA TAU

July 17, 2017

FAKTA-FAKTA-PENTING-TENTANG-VENEER-GIGI-YANG-PERLU-KITA-TAU

 

Speaking about teeth pasti nggak bakal ada habisnya, mulai dari behel, crown, bahkan sekarang muncul tren veneer seolah fenomena baru seputar gigi selalu jadi topik yang menarik dibicarain  banyak orang. Basicly veneer adalah bagian dari perawatan estetika gigi di mana gigi asli dilapisi material resin komposit atau porselen untuk membantu permasalahan gigi tertentu, yang ditempel permanen pada permukaan gigi. Kali ini Gogirl bakal bahas sedikit lebih jauh seputar tren veneer dan fakta-faktanya di bawah ini. Keep read on!

 

 

1. WARNA GIGI BERBEDA

Ada perbedaan yang paling mudah kita bedain antara gigi asli dan gigi yang di-veneer. Biasanya warna gigi yang di-veneer bakal lebih putih dari warna gigi asli. Tapi biasanya banyak orang yang lebih memilih warna putih susu alami dibanding warna putih kinclong. Alasannya biar nggak terlalu ketara kalo gigi yang nempel dalam mulut kita adalah gigi veneer. 

 

2. IT SPENT MUCH COST

Menurut beberapa informasi, veneer termasuk perawatan gigi yang cukup ngerogoh kantong agak dalam. Biasanya ahli yang melakukan veneer ini bakal matok tarif mulai dari Rp500 ribu - Rp800ribu bahkan jutaan rupiah per satu gigi, tergantung bahan yang digunakan. Belum lagi karena ini termasuk perawatan gigi seumur hidup, kalo sewaktu-waktu gigi bermasalah kita pun harus ngerogoh tambahan kocek.

Nggak cuma soal biaya pemasangan atau perawatannya aja. Kenapa veneer termasuk perawatan gigi mahal? Karena pada dasarnya veneer terbagi dua macam, veneer direct and indirect. Veneer direct biasanya bisa langsung ditempel pada gigi kita, sedangkan veneer indirect biasanya dibuat di lab gigi dari ingridient lainnya, like resin komposit dan porselen. drg. Andreas Aryo yang Gogirl! ajak ngobrol juga nambahin kalo bahan veneer yang dibuat dari porselen so much better dalam menolak noda dan bisa tahan kurang lebih 15 tahun. Jadi kebayang kan bahan-bahannya dan daya tahannya aja nggak asal-asalan. Makanya nggak salah kalo veneer termasuk dalam perawatan gigi mahal.

 

3. SPECIAL FOR ADULT

Menurut drg. Citra Kusumasari, SpKG, basicly veneer bisa dilakukan pada remaja dewasa yang berusia 21 tahun waktu gigi permanen udah tererupsi sempurna. Veneer juga akan bisa bekerja optimal kalo emang dilakukan sesuai indikasi, kecuali pasien yang punya habit gigit kuku, pensil, atau menggerogoti gigi.

Veneer juga nggak boleh dilakukan asal-asalan. drg. Andreas Aryo juga nambahin kalo firstly kita perlu konsultasi di klinik gigi agar kita bisa tau lebih jauh masalah gigi yang kita alami. Dari sini nanti kita pun bakal dapet guide soal prosedur perawatan gigi yang cocok dan baik untuk kita.

 

4. IT MADE A BUNNY TEETH

Beberapa artis dan seleb di Indonesia sendiri banyak banget yang ngelakuin perawatan gigi satu ini. Kalo biasanya bunny teeth atau gigi kelinci bisa terbentuk secara alami atau dengan behel, sekarang lewat veneer kita pun bisa dapetin bunny teeth yang bikin senyum kita makin lucu.

Menurut drg. Emiria Dita, SpKG metode veneer gigi emang lagi huge banget di masyarakat karena bisa memperbaiki bentuk dan susunan gigi bahkan bisa mengubah wajah kita (katanya) jadi lebih cantik. Duh, sebegitunya banget emang ya? So far buat ngelakuin perawatan ini kita harus bener-bener dipegang sama ahlinya. Kita bisa ngelakuin perawatan veneer ini sama dokter spesialis gigi, baik dokter gigi spesialis konservasi gigi (SpKG) maupun spesialis ortodonsia (SpOrt).

 

5. BEAUTY IS PAIN

Ada beberapa hal yang perlu kita tau sebelum pada akhirnya  mutusin buat veneer gigi. Firstly, sebelum veneer ditempel gigi kita harus dikikis terlebih dulu. Ngebayangin gigi yang dicabut aja pasti udah sakit banget sih, apalagi buat kita yang pengen ngelakuin veneer, siap-siap tahan sakit aja deh.

Kenapa perlu dikikis? Karena veneer lebih kepada metode tempel gigi di depan permukaan gigi asli dan butuh ruang untuk menempel sempurna, cara simple yang bisa kita gunakan adalah mengikis gigi hingga 0.5 milimeter bahkan sekarang ini veneer bisa dibuat lebih tipis lagi sampai 0.3 mm. Hmm kebayang nggak sih kalo tiba-tiba ngilu rasanya kayak gimana?

 

6. BUKAN SEMBARANG PERAWATAN

Ada beberapa hal yang perlu kita notice banget sebelum memutuskan untuk ngelakuin veneer. Based on informasi dari drg. Citra Kusumasari, SpKG, gigi yang perlu di-veneer biasanya kondisi gigi yang memiliki indikasi seperti warna gigi yang tidak normal akibat tetrasikilin atau perubahan warna akibat usia, adanya defek di permukaan gigi seperti retak kecil akibat usia atau trauma, sampe kondisi gigi yang renggang.

Kalo pada akhirnya kita bulat untuk veneer, ada pantangan yang harus kita taatin kalo nggak mau terjadi sesuatu sama gigi kita, di antaranya mengurangi kebiasaan gigit kuku, nggak boleh membuka bungkus makanan dengan gigi, sampe larangan makan makanan keras seperti es batu.

 

7. EXPIRED DATE

Nggak cuma makanan aja yang punya expired date, veneer pun juga. Dilansir dari beberapa sumber, veneer direct biasanya akan bertahan lama sekitar dua hingga lima tahun. Tapi kalo kita memakai veneer indirect yang berbahan porselen, daya tahan veneer bisa sampai 15 tahun bahkan lebih. Eits.. that’s just a number kok girls! Kalo kita pinter dan rajin ngerawat gigi kita yang diveneer, sebenernya kita pasti akan memperkecil resiko. Asalkan kita selalu notice buat kebiasaan, makanan, dan hal-hal yang harus dihindari selama kita menggunakan veneer. Juga jangan lupa buat rajin-rajin kontrol ke dokter ya!

 

 

Written by Faradina Amanda
Photo Source:
shutterstock
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar