GET CLOSER WITH THE TWINS, VERONIKA AND VALERIE

July 17, 2017

GET-CLOSER-WITH-THE-TWINS-VERONIKA-AND-VALERIE

 

Unlike most models that only focus to land their career on modeling, Valerie and Veronika a.k.a The Twins choose to expand their talent in the entertainment industry. Jebolan Asia’s Next Top Model Cycle 5 ini dikenal sebagai duo sister yang selalu kompak dan punya self-confident yang super tinggi banget! Sebagai model mereka nggak jaim dan malu-malu buat nunjukkin sisi hilarious mereka yang selalu bikin suasana jadi lebih hidup, and they don’t feel like need to fit into one type of model or another. “Val and I really like to jokes around and just have fun with ourselves. So we're trying to keep that going, hehe,” said Veronika.

 

 

Gogirl! was beyond excited to get a chance to chat with them yesterday. Kak Valerie dan Kak Veronika ngobrol banyak soal pengalaman mereka selama mengikuti Asia’s Next Top Model Cycle 5, how they’re  break into the model industry, sampe tips practical dari mereka buat jadi seorang model.  Scroll on!

 

GET-CLOSER-WITH-THE-TWINS-VERONIKA-AND-VALERIE

 

Hai, Kak! Thanks banget udah nyempetin waktu buat dateng ke kantor Gogirl! hari ini.
Veronika: Yup, thank you Gogirl! for having us. :D

Many identical twins are very different. Kalo personality kalian masing-masing sebeda apa sih?   
Veronika: Actually sebagai adik, aku suka mengambil alih peran kakak, hahaha. Jadi kadang-kadang tuh aku lebih dominan atau in charge di dalam beberapa hal.

 

GET-CLOSER-WITH-THE-TWINS-VERONIKA-AND-VALERIE

 

Valerie: Iya, Vero emang nggak suka dianggap adik. Kalo aku tuh orangnya lebih visioner, lebih suka bikin planning-nya, dan Vero yang eksekusi.
Kalo sifat yang sama dari kalian?
Valerie: Selain cerewet, kita tuh truly Aquarius, jadi boleh dibilang kita berdua tuh anaknya narsis dan ambisius banget, hahaha.

 

Kapan sih tepatnya kalian nemuin interest dibidang fashion, sampe akhirnya mutusin buat ikut modeling?
Veronika: Awalnya karena waktu kita SMA, aku dan Val hobi banget baca majalah. Terutama kita selalu seneng banget ngeliat fashion spread  editorial-nya. Dari situlah akhirnya kita berdua langsung kepikiran buat jadi model.
Valerie: Iya terus juga waktu dulu kita kuliah di ITB, kebetulan di sana ada jurusan Seni Kriya. Karena mungkin badan kita tinggi dan terlihat seperti palang pintu di ITB, hahaha, jadi kita diminta bantuan sama mereka untuk jadi model dari karya baju-baju mereka. Mulai dari bantu-bantu buat tugas akhir, sekaligus ikut show di JFW (Jakarta Fashion Week), dari situ kita makin pede buat ikut modeling.

 

Siapa model yang jadi inspirasi dan panutan kalian disaat itu?
Veronika dan Valerie: Tyra Banks!
Veronika: Kita berdua adalah penonton setia America’s Next Top Model, dan kita selalu ‘wow’ dengan Tyra Banks, apalagi dengan karirnya dari model menjadi business women, ditambah lagi producing ANTM dan jadi jurinya pula! Super model dan multi-talented banget!
Valerie: That’s why apart from being a model, kita berdua sekarang juga jadi entrepreneur.

 

Cool! Bisnis apa yang lagi kalian berdua tekunin?
Veronika: Kita berdua lagi ngejalanin bisnis creative event management, namanya Lookats Project yang berbasis di Bandung. Makanya kita sering bolak balik ke Bandung. Nah, yang paling deket ini event-nya bakal running di bulan September nanti, hehe.

 

 GET-CLOSER-WITH-THE-TWINS-VERONIKA-AND-VALERIE

 

Nah, based on penelusuran Gogirl! di Google tentang kalian berdua, sebelumnya kalian udah sempet ikut di ASNTM Cycle 2 ya?
Veronika: Iya. Itulah kenapa kita bilang kalo kita berdua tuh anaknya ambisius banget. Karena kita nggak kepilih, di saat itu kita mikir kenapa sih kita berdua nggak masuk.
Valerie: Dulu kita berdua masih chubby banget sih memang hahaha, dan masih pake behel. Trus kita belum masuk agency dan belum punya portfolio juga. Jadi meski kita ambisius, kita justru nggak apply buat cycle 3 dan cycle 4, tapi kita bener-bener nyiapin diri kita buat sesiap mungkin untuk masuk ASNTM. Kita banyakkin portfolio dan sempet ikut modeling contest di sebuah majalah juga. Terus karena kita udah ngerasa mateng, akhirnya kita apply buat ASNTM Cycle 5 dan thanks God kita lolos, haha. 

 

Apa yang berubah dari kalian setelah masuk ASNTM?

Valerie: Yang pasti mental modeling kita langsung ke-upgrade internationally. Kalo sebelumnya kita bisa belajar dari runway dan model-model top senior Indonesia seperti Kak Kelly Tandiono, Paula Verhoeven, how they posed, begitu masuk ASNTM kita ketemunya sama fotografer kelas dunia, Yu Tsai, dimana dia nekenin “As a model, you must go crazy”, nggak bisa yang standar-standar aja.

Veronika: Iya, dan mental kita juga dibentuk buat semakin pede. Mungkin kalo di Indonesia banyak model yang sering dituntut buat ngurusin badan lagi, ‘kamu masih kegendutan’. Tapi kalo di ASNTM all kinds of beauty itu diapresiasi. Yu Tsai sebagai photographer nge-embrace apapun, contohnya beberapa finalis punya hips yang besar, tinggi kita sesama finalis pun nggak sama dan kita insecure. Jadi Yu Tsai dan Cindy bener-bener melatih kita untuk menghilangkan rasa trust issues yang kita punya sebagai model. Aku sendiri punya angle yang menurut aku bagus dan selalu aku terapin tiap kali foto. Tapi Yu Tsai selalu bilang, “No, forget it!” Sebagai model aku harus bisa nge-eksplor semua angle, bukan terpaku di satu angle aja, dan kita juga dilatih supaya percaya dengan fotografernya.

                                                                                                                                                    

We know that, modeling is a competitive industry. What’s the future of modeling look like for you guys?

Valerie: Modeling is always be our passion, but now we’re also pursuing another passion yang menurut kita lebih ada future-nya. That’s why, jadi model sekarang itu menurut aku harus lebih hybrid, karena modeling itu ada batasan usianya. Makanya selain lagi sibuk ngejalanin bisnis Lookats ini, kita sekarang juga lagi nyoba casting di beberapa production house buat main film, nge-host di beberapa acara TV dan ngejalanin YouTube channel kita.

Veronika: Iya karena kalo cuma doing modeling aja menurut kita sayang banget nggak ngegali dan manfaatin skill lainnya yang kita punya. Dan lagi-lagi kita juga belajar dari Tyra Banks. Dia tuh sekarang cenderung nyari model yang punya 2 karakter. The real model and model on social media. Jadi bukan cuma jadi high fashion model buat majalah atau runway aja, tapi juga buat jadi influencer atau social media ambassador dari sebuah brand, dan sebagainya.

 

Well,Karlie Kloss pun juga udah punya YouTube channel sendiri. Nah, di tengah persaingan vlogger dan YouTuber saat ini yang semakin sengit, gimana kalian menciptakan ‘color’ kalian sendiri sebagai model di dunia per-YouTube-an ini?

Veronika: Actually, kita udah nge-vlog dari sekitar tiga tahun yang lalu. Bahan vlog kita tuh udah banyak banget tersimpan di hard disk kita, tapi belum sempet-sempet kita upload karena di saat itu kita nggak bisa ngedit dan nyari video editor itu susah banget. Jadi bukan karena aji mumpung, atau kita ikut-ikutan nge-YouTube. Nah, dari sekian banyak konten vlog yang udah pernah kita berdua buat, akhirnya kita milih ‘Twins Story’ vlog tentang kehidupan sehari-hari kita, lifestyle, fashion, dan ‘Twins Travel Journey’ karena kita punya banyak banget stok vlog traveling. Waktu setelah lulus kuliah, kita pernah jadi host di acara ‘Para Petualang Cantik’ di Trans 7 dan di situ bener-bener nge-trigger travelling instinct kita. So, kita mengambil konsep as a ‘Twins Traveller’, karena di Indonesia belum ada yang make ‘Twins Traveller’ ini.

 

Menurut kalian, diversity di dunia modeling sekarang kayak gimana sih? Do you think fashion today is becoming more open for models of various ethnicities?
Veronika: Iya menurut aku dunia modeling sekarang semakin open dengan berbagai macam karakter, etnis, dan ras tiap orang. Jadi model bukan lagi soal kurus, putih, tinggi, langsing, rambut lurus. Contohnya di ASNTM tadi yang aku bilang. All kinds of beauty di-appreciate. Model standard’ menurut aku udah mulai agak pudar. Jadi kalo kita punya kulit sawo matang misalnya, atau rambut keriting, nggak usah minder dan ngehentiin mimpi kita buat jadi model. We are unique in our own way.
Valerie: Setujuu!

 

Do you have any advice for Gogirl! readers who wants to to break into the modeling industry? What’s the best way to learn?
Veronika: First, learn about yourself. Jangan asal ikut-ikutan, karena dunia model itu nggak seindah keliatannya. Dunia model sama kerasnya, sama beratnya dengan dunia karir lainnya. Nggak perlu jadi model kalo kita bisa jadi role model di bidang lainnya yang bener-bener kita passionate. Kedua, if you really want to be a model, ikut kompetisi. Karena dari situ kita bisa menilai diri kita sendiri, dimana kurangnya. Kita nggak akan belajar dan kita nggak akan maju kalo kita nggak pernah gagal.
Valerie: Iya karena dari kompetisi itu bakal ngebuka banyak opportunity buat kita. Salah satunya masuk agency. And last but not least, never stop learning and exploring yourself.  

 

 

Fashion Stylist: Steffi Santa
Makeup and hair stylist: Intan

Wardrobe 1
White Polkadot Shirt, Stylist’s Own
Shredded Boxy Top, Zalora, 179.000
Gucci Blazer, EST Fashion Gallery, Rp1.369.000
MISTER Mules Loafers, @bowbowshoe, Rp315.000

Wardrobe 2
Fancy Grey Sweater, EST Fashion Gallery, Rp1.099.000
Pink Long Pants, Zalora, Rp299.000
Gocini Sneakers in White, @skema.id, Rp495.000

Wardrobe 3
Kurt Cobain Glasses, @thebadgyalstore, price by request

Ruffled Cotton Shirt, Zalora, Rp399.00
Gingham Pants, Stylist’s Own
Flaming Fringe Slip On Loafers, @bowbowshoe, Rp335.000 

Wardrobe 4
Kurt Cobain Glasses, @thebadgyalstore, price by request

Stripe Sweatshirt, Zalora, Rp191.000
Frilled Organic Cotton Jeans, Zalora, Rp499.000
Flaming Fringe Slip On Loafers, @bowbowshoe, Rp335.000

 

 

Written by Margaretha Rahardja
Photo Source:
Dimas Prayogo
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar