CERITA WORO & THE NIGHT OWLS TENTANG INNERVISION

March 20, 2017

WORO-&-THE-NIGHT-OWLS

 

If we are struggling from goals, confidence, atau ngerasa tuntutan ke diri kita dari dunia sosial gede banget, make sure to listen WORO & The Night Owls, ‘Innervision’, because they are surely going to let us hook with their ambient and majesty music.

 

 

 

Hari Minggu kemarin jadi hari bersejarah bagi WORO & The Night Owls, solo indie music project asal Jakarta yang ngerilis EP mereka bertajuk “Innervision”. Setelah mutusin buat resign dari karirnya di media, Kak Woro (Vocal, Guitar, Synthesizer, Songwriter) mengajak Kak Ditya (Bass) dan sahabatnya Kak Haris (Drum) untuk ngewujudin mimpinya yang tertunda dalam membangun solo music projectnya ini. 

Di acara premiere EP mereka tadi malam di Paviliun 28, mereka nggak cuma tampil ngebawain lagu-lagu yang ada di mini album EP mereka aja, tapi juga beberapa lagu dari band-band yang nge-influence musik mereka, kayak 8mm, Emily Zuzik, Tropics, Låpsley, Garden City Movement, Zero 7, dan Sia. Di sela performance-nya  Kak Woro sempet bilang kalo secara personal ia sampe sekarang masih ngefans banget sama lagu-lagu yang diciptain sama Sia, apalagi dengan konsep musiknya Sia yang dulu dengan down tempo dan gloomy vibe. While on the other side, di tengah era digital platform yang semakin canggih, Kak Woro merilis EP-nya dalam bentuk kaset, lho!

Finding the courage to do our passion might be not an easy thing, yuk simak cerita seru Kak Woro dengan Gogirl! dalam memperjuangkan mimpinya ini.

 

Apa yang membuat Kak Woro akhirnya membentuk music project ini?

Dari kecil aku udah suka banget sama dunia musik. Bahkan pas SMP  udah pernah nyoba-nyoba bikin lagu juga. Nah di tahun 2010, sebenernya aku udah punya solo project, genre-nya lebih ke blues dan rock. Trus aku nyoba-nyoba ngirim demo tapi ditolak sama beberapa label. Akhirnya aku sempet down, nggak bermusik lagi, dan akhirnya nemuin confidence lagi di tahun 2014 buat mulai lagi. Waktu itu sekitar di tahun 2015-an aku ngajak Haris (Drum) sahabatku buat bantuin music project aku to make it more big, karena dia bisa main drum dan responnya positif banget, begitu juga dengan sepupu aku Ditya. Nah karena nggak nemuin yang bisa main keyboard dan synthesizer, aku akhirnya milih buat belajar sendiri dan ngeeksplor yang tadinya aku mikir aku nggak bisa. Dan aku mikir bertiga bakal lebih compact dan ngaturnya lebih gampang karena kami nggak punya manager jadi nyesuain jadwalnya pun lebih gampang.

 

Aliran musik yang kakak mainin lebih mengarah ke genre apa?

Aliran musik yang aku jalanin ini sebenernya tergantung mereka yang denger. Cuma, more or less influence-nya itu antara lain down tempo, ambient, soul, chill, dengan sentuhan trip hop.

 

WORO-&-THE-NIGHT-OWLS

 

Kenapa dinamain WORO & The Night Owls?

Alasanku menamakan WORO & The Night Owls ini sebenernya karena aku ngerasa banyak ide-ide kreatif yang justru muncul dan ngalir pas dini hari, makanya aku cenderung nulis lagu dan menciptakan karya itu pas dini hari. Selain itu dini hari juga waktu yang pas buat aku introspeksi diri dan nge-review hal-hal yang udah terjadi di dalam hidup aku. Nah, kenapa burung hantu, karena menurut aku burung hantu punya karakter yang misterius, punya indera yang tajam, dan inteligensi yang tinggi. Sifatnya dia yang observan, senang mengamati, cocok dengan musik aku. That’s why aku ngerasa relate banget dan akhirnya maju dengan nama ini.

 

There’s a lot of pressure to do a band now. Menurut tanggapan kak Woro sendiri gimana?

Menurut aku balik ke personalnya masing-masing. Kalo kita berkarya dengan jujur, dari hati dan bikin lagu yang punya meaning, orang pasti akan terkoneksi dengan karya kita. Sebenernya bebas-bebas aja mau nulis lagu yang kayak gimana tapi bagi saya personal, nggak cuma melodinya aja yang penting enak didenger tapi aku mau bikin karya lagu yang emang meaningful dan ada message-nya. Kadang orang emang mikir, ‘aduh kalo kita tampil dengan musik kayak gini orang bakal nerima nggak ya?’ Tapi kalo kitanya genuine dan jujur, aku percaya lambat laun orang akan nerima musik kita karena kita ngebuatnya tulus dari hati.

 

Adakah musisi lain yang jadi inspirasi kakak selain yang tadi kakak mainin lagu-lagunya? Dan gimana caranya kakak nyeimbangin influence dari musik-musik mereka ke dalam musik kakak?

Banyak hehehe. Ada Corine Bailey Rae, John Mayer, RadioHead, Portishead. Aku lebih suka musik-musik ambient itu sebenernya karena dari zaman kecil aku suka dengerin Hard Rock fm. Jadi mereka punya program siaran musik dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi muterin musik yang ambient, mengawang-ngawang. Jadi dari kecil kalo nggak bisa tidur dengerin itu, hahaha. Karena udah denger dari lama jadinya udah tertanam dan natural aja aku tuangin ke musik-musik aku.

 

Kelima lagu yang ada di album EP kakak ini kan semuanya ditulis dalam Bahasa Inggris, kepikiran nggak kak ke depannya buat bikin lagu dalam Bahasa Indonesia?

Untuk saat ini belum kepikiran, karena secara personal, aku bukan gaya-gayaan bikin lirik lagu pake Bahasa Inggris. Aku ngerasa lewat Bahasa Inggris aku lebih gampang, nyaman, dan connect untuk nyampein liriknya ke pendengar. Di awal-awal aku pernah bikin lagu dalam Bahasa Indonesia tapi ke sini-sininya udah pake bahasa Inggris terus. Jadi sejauh ini menurut aku lebih ngalir aja bikin lagu dalam Bahasa Inggris, hehe.

 

WORO-&-THE-NIGHT-OWLS

 

Lagu Innervision menurut aku salah satu lagu yang powerful dan punya message di dalamnya.

Wah makasih, hehehe.

 

Ceritain dong kak, proses sewaktu kakak membuat album Innervision dan lagu Innervision ini sendiri? Apakah ada personal memory atau feeling tersendiri dalam menggarap lagu ini?

Overall, kelima lagu yang ada di album Innervision ini bercerita tentang gimana kita overcoming saat-saat terberat yang terjadi dalam hidup kita, keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berani mengejar mimpi dan keluar dari comfort zone. Itulah yang aku alamin secara pribadi. Aku berani keluar dari comfort zone karir aku di media yang pada saat itu boleh dibilang lagi di titik yang bagus dan mutusin buat ngejar mimpiku dalam bermusik. Karena setiap dari kita pasti bakal ngalamin ups and downs dalam hidup, lagu Innervision is like a life reminder di mana aku mau ngasih message, kita harus lebih banyak mellihat ke dalam diri kita sendiri. Potensi apa aja yang bisa kita gali dan capai dalam hidup, untuk memotivasi diri sendiri dalam meraih mimpi, goals, dan mengatasi struggle dalam hidup, apapun itu.

 

Kalo misalnya kakak dikasih kesempatan buat balik ke masa remaja kakak, apa sih yang kira-kira bakal kakak lakuin?

Kalo boleh muter balik waktu ke masa remaja, yang pasti aku pengen jadi cewek yang lebih berani. Sekarang umurku udah mau 30 tahun, which is sebenernya agak terlambat untuk memulai dan merintis karir bermusik, meski banyak orang bilang nggak ada kata terlambat untuk memulai. So, selain aku pengen lebih berani, aku juga pengen lebih percaya sama kemampuan aku sendiri dan mau mencoba. Dulu tuh aku kalo diajakkin nge-band, cuma berani main gitar dan itupun aku nervous banget. Bahkan nggak pernah berani kalo disuruh nyanyi. Mungkin aja kalo aku mulai ngerintis karir bermusik dari remaja, karir bermusik aku sekarang udah ada dimanaaaa gitu.

 

WORO-&-THE-NIGHT-OWLS

 

My last question, is there anything you’d like to say to Gogirl! readers?

Menurutku lagu-lagu yang ada di album Innervision ini temanya sangat relateable dengan banyak orang. Tentang struggle, mimpi, termasuk buat remaja yang masih nyari jati diri dan takut untuk mengejar mimpi. Semoga dengan denger lagu-lagu di EP innervision ini bisa memberikan influence, semangat, motivasi, untuk lebih percaya diri kepada pembaca Gogirl! dan remaja lainnya. Just don’t worrying about making money or being successful because those things will come at you in so many different ways, if you believe in yourself and dare to make it happen.

 

 

Written by Margaretha Rahardja
Photo Source:
Dimas Prayogo
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar