INDONESIA AT AIRASIA RUNWAY READY DESIGNER SEARCH 2016

August 23, 2016

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

As someone who is passionate about fashion, it does makes sense kalo kita juga pengen terjun ke industri fashion itu sendiri. And there are actually loads of parts in this industry, mulai dari fashion design, fashion jurnalistik, sampe fashion business and marketing. Nah, untuk kita yang nggak hanya punya passion di dunia fashion tapi juga suka dengan dengan all those designing things pastinya menjadi seorang fashion designer yang settled dan sukses adalah salah satu impian kita. Menghasilkan karya yang nggak hanya bisa dinikmatin sendiri, tapi juga bisa dipake orang lain is such a priceless thing for us. Nah, ngikutin kompetisi desain mungkin salah satu jalan yang bisa kita coba, kayak beberapa dari teman kita ini yang akhirnya terpilih untuk mewakili Indonesia di babak Grand Finale AirAsia Runway Ready Designer Search 2016.

The three lucky names are Sarah Devina Susanto dari Raffles Institute, Imme Kristiani dari LPTB Susan Budihardjo dan Hanifia Rahmadiani dari Raffles Institute. Di acara yang bertempat di Kuala Lumpur Fashion Week 2016, Malaysia dan berlangsung pada tanggal 19 Agustus 2016 ini, teman-teman kita bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Filipina, Malaysia, Singapur, dan Thailand. Well, walaupun nggak menang, mereka udah ngelakuin hal yang bikin kita ikutan bangga sebagai warga Negara Indonesia, karena berhasil ngebawa nama Indonesia di dunia internasional! Langsung aja kita denger cerita dari teman-teman kita ini, yuk!

 

HOW THEY FEEL ABOUT THE COMPETITION

Rasa capek bercampur lega dirasain Sarah, Ifa dan Imme setelah Grand Finale AirAsia Runway Ready Designer Search 2016 ini selesai. Walaupun nggak menang, mereka ngerasa bangga udah bisa nunjukin hasil karya mereka dan ngewakilin Indonesia di lomba yang diadain se-Asia Tenggara ini. Sarah sendiri mengaku kalo awalnya ia nggak kebayang bakal jadi salah satu finalis, apalagi pas perjalanan ke Kuala Lumpur, kopernya sempat ketuker dengan koper orang lain di bandara! Untungnya koper yang berisi baju-baju hasil desainnya itu bisa balik lagi. Hehe.

Mereka sendiri juga sempat grogi ngeliat hasil desain para peserta lain yang nggak kalah keren dan inovatif. Ifa ngaku, ia suka banget dengan desain salah satu kontestan asal Malaysia dan ngerasa senang plus bangga bisa bersaing dengan Negara lain yang punya desainer-desainer muda yang berkualitas. Kalo Imme malah dari awal udah seneng banget sama koleksi yang dibawain oleh pemenang dari lomba ini yang berasal dari Thailand.

 

IT’S NOT A FANCY WORLD

Kalo diliat dari luar, dunia fashion emang keliatan glamorous and fancy most of the time. Tapi tau nggak, behind every pretty dresses we saw on the runway, pasti ada jerih payah dari tangan-tangan yang ngerjain pakaian tersebut. Nggak terkecuali untuk koleksi yang ditampilin ketiga kontestan kita dari Indonesia ini. Sarah, Ifa, dan Imme ngaku, kalo mereka turun tangan langsung dalam setiap proses pembuatan koleksi mereka, mulai dari desain sampe ke eksekusi pembuatannya.

Imme yang perfeksionis emang nggak mau ngambil resiko jahitan salah karena dikerjain orang lain, so dari awal ia sendiri yang ngerjain semuanya, mulai dari bikin pola sampe menjahit.

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

Sementara Ifa, salah satu hambatan yang dia alamin yaitu pas nyari penjahit yang bisa menjahit sesuai dengan kualitas yang diinginkannya. Belum lagi ternyata pengrajin yang harusnya merajut untuk beberapa item yang didesainnya malah pulang kampung, padahal baju harus selesai dalam waktu dekat! Akhirnya, terpaksa Ifa yang ngerajut sendiri sisanya.

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

Kalo Sarah lain lagi, nih. Ia terpaksa harus ngebut bikin baju-baju yang bakal tampil di lomba ini sebulan sebelum batas akhir yang dikasih juri karena terhalang beberapa project yang diikutinnya.

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

Selain effort super gede dalam nyelesaiin koleksi yang bakal diikutsertakan dalam lomba, Sarah, Ifa dan Imme juga harus pinter-pinter mengatur waktu dan tenaga mereka. Karena ketiganya juga masih kuliah, otomatis waktu yang dikeluarin juga jadi bertambah, antara kuliah dan nyelesaiin koleksi mereka. Belum lagi Ifa yang harus bekerja sebagai designer assistant di sebuah local brand sambil mengurus graduation project. Sarah, yang juga sekelas dengan Ifa malah harus ‘akrobat’ karena nggak hanya ngurusin graduation project dan lomba yang diadain AirAsia ini, tapi juga desain untuk lomba fashion design lainnya! Sementara untuk Imme yang adalah peserta termuda, ia juga masih harus nanganin orderan custom made outfit dari teman-temannya sambil ngerjain koleksinya ini.

 

ABOUT THE COLLECTION

 

SARAH

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

Terinspirasi dari batik yang merupakan salah satu icon khas Indonesia, Sarah ngeaplikasiin batik tenun dari Pekalongan sebagai key item dari desainnya. Konsepnya sendiri lebih ke lifestyle dari perempuan yang suka travelling naik pesawat, jadi kita bisa liat ada perpaduan dua elemen yang berbeda pada desain Sarah, yaitu masculine dan feminine, formal dan casual, tradisional dan modern. Konsep ini dipilih karena ia sendiri suka dengan konsep ini dan target market-nya juga orang-orang yang suka travelling.

 

IFA

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

Konsep desain Ifa terinspirasi dari Dewi Sri, yang dikenal sebagai Dewi Padi dan Kesuburan dalam agama Hindu. Ketiga desain Ifa sendiri ngegambarin tiga fase hidup Dewi Sri, yaitu fase pertama ketika sang Dewi terlahir, fase kedua ketika Dewi Sri dalam masa pelarian dan fase terakhir ketika sang Dewi meninggal. Detail rajut yang ada dalam tiap desain adalah ciri khas dari koleksinya Ifa, begitu juga dengan warna earthy tone yang dipilih.

 

IMME

AIRASIA-RUNWAY-READY-2016

Sebagai warga Bali, Imme sengaja ngambil inspirasi dari salah satu upacara di Bali, namanya Melasti. Imme mengambil beberapa warna yang terinspirasi dari upacara tersebut, yaitu putih, kuning, orange dan biru, yang masing-masing punya maknanya sendiri. Untuk bahan, Imme pake kain Ndek khas Bali dan digital print yang didesain sendiri. Intinya Imme pengen banget orang-orang yang ngeliat hasil desainnya bisa ngerasain feel dari upacara Melasti.

Written by Steffi Santa
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar