ISI QUESIONER INI DAN CARI TAU SI DIA “THE ONE” ATAU BUKAN

April 21, 2017

COBA-YUK-IKUTIN-QUESIONER-INI-APA-DIA-THE-ONE-ATAU-BUKAN

 

Pacaran dengan cowok yang sesuai dengan tipe ideal kita, nggak otomatis ngebuat dia jadi “The One”. To become “The One”, dia harus punya kriteria khusus yang lain. Yang penting, dia bisa ngebuat kita ngerasa nyaman ada di dekat dia dan bikin kita jadi orang yang lebih baik. Apakah cowok kita sekarang udah pantes disebut “The One”? Let’s figure it out!

 

 

Coba cek poin-poin di bawah ini. Kalo banyak dari poin di bawah ini yang merupakan cowok kita banget, berarti he is on his half way to be your “The One”. Half way? Iya. Because if he is a real ”The One” material, “tugasnya” nggak cuma ngebuat kita merasa bahagia. Kadang dia harus jadi nyebelin juga dan bahkan bikin kita nangis demi kebaikan.

  1. Dia sangat mendukung semua kegiatan positif kita di sekolah/kampus, walau harus mengurangi waktu ketemuan dengan dia.
  2. Dia seorang teman curhat yang baik. Siap menyediakan waktu untuk mendengarkan semua masalah kita dan memberi saran positif jika kita minta.
  3. Dia selalu berusaha menghibur pas kita sedih. No matter how long it takes to make us smile or laugh again.
  4. Dia selalu menghabiskan pulsa terakhirnya buat nelpon atau nge-chat.
  5. Dia bersedia buat hangout, bercanda dan berbagi dengan temen-temen dan keluarga kita, bahkan saat kita nggak ada di tempat.
  6. Dia selalu “mengembalikan” kita ke rumah tepat waktu setiap kalian pergi.
  7. Dia selalu menyempatkan nge-chat atau nelepon untuk nanya kabar kita.
  8. He totally understand when we eat a lot and get angry easily. Because he knows we’re having our period.

 

SELAIN NGELAKUIN HAL-HAL MANIS TADI, HE IS “THE ONE” IF HE ALSO....

  1. Ngingetin pas kita bersikap nggak sopan atau kasar ke orang lain (misalnya ke ART atau supir kita).
  2. Ikut nasihatin kita panjang lebar pas tengah malam jemput kita yang abis “Girls Night Out.” (Bikin panas kuping deh! Nggak tau apa abis ini bokap-nyokap bakal marah juga?).
  3. Berubah jadi bawel banget pas kita lagi sakit. Mulai dari jadwal makan, istirahat dan minum obat.
  4. Menolak ketemu atau nganterin kita ke mana-mana sebelum tugas sekolah/kampus kita atau dia selesai. (C’mon girls, berarti dia tipe cowok yang bertanggungjawab kan?)
  5. Ngomong dengan jujur saat kita lagi bad hair day, perut kita udah mulai kelihatan berlemak, atau baju kita nggak matching. But he’s fine with it. Nggak mencela ataupun langsung nyuruh kita ganti baju.

 

MASIH BINGUNG SI DIA “THE ONE” ATAU BUKAN? YANG PASTI MEREKA NGGAK AKAN NGELAKUIN YANG INI!

  1. Made physical contact when he’s upset. Kayak menampar, memukul atau cuma sekedar narik lengan kita pas berantem. Ini menandakan dua hal, first he definitely has no self control. Kedua, cowok diberkati kekuatan fisik lebih dibanding cewek. So, it is not fair if he uses it to us girls.
  2. Suka ngajak kita berantem di depan orang banyak. Bikin kita malu dengan kata-kata kasarnya. Walau nggak ngelakuin any physical contact, tapi omongannya nyakitin kita secara psikis. This is unacceptable too, girls. Itu tandanya dia nggak bisa ngejaga perasaan kita dan cuma mentingin perasaan dia.
  3. Nggak punya kehidupan yang lain selain kita. Pagi-pagi nganterin kita sekolah/kuliah, siang nganterin kita belanja, malem-malemnya nemenin kita belajar di rumah. Tell him to get a life! Apa yang kita harapkan dari cowok yang nggak punya berpengalaman apa-apa selain full-time girlfriend’s bodyguard?
  4. He is not sincere. Selalu meminta reward untuk setiap hal yang dia lakukan buat kita. Misalnya mau nganterin belanja asal kita traktir dia makan dan bensin mobilnya.
  5. Sering memanipulasi kita. Artinya, kita di manfaatin buat ngedapetin sesuatu yang dia mau. Be careful karena bisa aja dia melakukannya tanpa kita sadari.

“Sometimes we just can’t tell if he’s the one. It’s easier to tell if he’s not the one.”

 

 

Written by Ika Virginaputri, rewritten by Kartika Afriyani
Photo Source:
pexels
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar