GALAU KARENA PILIHAN KULIAH BEDA DENGAN KEINGINAN ORTU

May 19, 2017

GALAU-KARENA-PILIHAN-JURUSAN-KULIAH-BEDA-DENGAN-KEINGINAN-ORANG-TUA? 

 

Yang lulus SMA, sudah diterima di universitas mana aja nih? Atau malah masih bingung mau nerusin kuliah di jurusan apa? Biasanya nih, yang masih galau soal jurusan kuliah biasanya masih belum tau pengen ngapain di masa depan, atau jurusan yang kita pengen beda dengan pacar, atau yang paling bikin galau adalah orang tua mau kita kuliah di jurusan yang nggak kita suka.

 

 

Ngebayangin galaunya pisah universitas dengan pacar nggak ada apa-apanya dibanding ngebayangin berantem sama orangtua gara-gara nggak sepemikiran soal jurusan kuliah. Ya gimana dong, orang tua kan yang biayain kuliah kita nanti. Lebih dari itu orangtua adalah orang yang udah melahirkan dan merawat kita sampe sekarang, nggak mungkin dilawan dong? Tapi di sisi lain, kita nggak pengen passion kita dihentikan gitu aja untuk masuk kuliah ke jurusan yang sesuai keinginan orangtua. Sebelum galau berkepanjangan, boleh deh baca ini dulu. Siapa tau nemu solusi.

 

KOMUNIKASI

First thing’s first, komunikasikan dengan orangtua. Mungkin aja orangtua nyuruh kita kuliah di jurusan tertentu karena mereka nggak tau kalo kita punya pilihan sendiri. Atau orangtua nggak paham sama jurusan yang kita pengen. Misalnya kita pengen masuk jurusan Seni Rupa, bisa jadi orangtua kita mikirnya itu jurusan apa terus nantinya kita mau jadi apa. Coba deh jelaskan pada orangtua kalo jurusan yang kita mau itu prospek ke depannya gimana, bisa kerja jadi apa aja. Siapa tau jurusan pilihan kita di-acc.

Biar fair, berikan juga orangtua kesempatan untuk menjelaskan ke kita kenapa jurusan tertentu yang mereka pilih itu harus kita ikuti. Misalnya mereka udah punya rencana mau buka bisnis jadi kita diminta kuliah Manajemen.

 

BUAT LIST UNTUNG RUGI

 

GALAU-KARENA-PILIHAN-JURUSAN-KULIAH-BEDA-DENGAN-KEINGINAN-ORANG-TUA?

 

Setelah komunikasi beres, coba buat daftar kelebihan dan kekurangan masing-masing jurusan pilihan kita dan pilihan orang tua. Isi daftar itu bisa terdiri dari peluang kerja di masa depan, biaya hidup di tempat kuliah, besaran biaya, kondisi kota lokasi universitas, dan sebagainya. Buat daftar yang detail lalu bandingkan mana yang paling menguntungkan atau minim resiko. Jangan lupa tunjukkan daftar yang kita buat pada orang tua lalu diskusikan bersama.

 

MINTA PENDAPAT PIHAK NETRAL

Kalo diskusi itu ternyata berlangsung alot sehingga belum ketemu jalan tengahnya, kita bisa minta pendapat pihak luar yang netral. Bisa jadi guru kelas atau om tante. Pihak netral akan memberi masukan berdasarkan logika untuk kita atau orang tua.

 

INGAT SATU PRINSIP

 

GALAU-KARENA-PILIHAN-JURUSAN-KULIAH-BEDA-DENGAN-KEINGINAN-ORANG-TUA?

 

Nah, kalo sudah mentok dan belum nemu win win solution juga, lihat kutipan di atas aja deh. Seperti kutipan populer Ofrah Winfrey di atas, nggak selamanya kita bisa melakukan hal-hal yang kita suka semau kita. Kita juga punya kewajiban. Di sini sekarang kewajiban kita adalah kuliah dan berbakti pada orang tua. Kalo akhirnya kita jadi harus ngikutin apa kata orangtua, sebenernya nggak ada ruginya juga. Lulus kuliah nanti kita bisa kok menekuni passion kita lagi. Lagian nggak ada ruginya nurut kata orang tua. Karena orangtua cuma pengen yang terbaik buat anaknya kan.

 

 

Written by Virly Kumala Aluh (Gogirl! Apprentice)
Photo Source:
Huffington Post, The Bergand Group
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar